Team Nigma Tim Underdog Yang Kuat 2020

Team Nigma Tim Underdog Yang Kuat 2020

Setahun sudah tim di bawah asuhan Kuro ‘Kuroky’ Takhashomi berdiri. Muncul dengan nama dan pastinya semangat baru, sama juga satu tahun yang lantas jebolan roster Team Liquid DOTA 2 ini membentuk Nigma. Nama Nigma sendiri menurut sang kapten artinya bintang dalam bahasa arab.

Pada tanggal 12 September 2019 lalu, Victor ‘Nazgul’ Goossens, founder Liquid menghaturkan ucapan terima kasihnya lewat laman formal Team Liquid. Pasalnya, Team Liquid DOTA 2 yang sudah beradu semenjak masa open beta selanjutnya baru merasakan puncak kejayaannya di bawah permainan Miracle cs. Lebih hebat lagi, mereka berhasil menyabet gelar runner up The International 2019 lantas sesudah kalah dari OG di partai grand final.
Artikel Terkait :

Akhirnya! Valve Beri Kejelasan Soal DOTA Pro Circuit Musim Depan
Fnatic Preteli Pilar Motivate Trust, Rekrut Masaros Jadi Offlane Baru
W33 Punya Cara Anti-Mainstream Untuk Hadapi Meta DOTA 2.

Indonesia Gaming Award

Berpisahnya Miracle, W33, MC, GH, dan Kuro menurut sang founder dilatarbelakangi oleh permintaan Kuro untuk menyusun organisasinya sendiri. Memang tak tanggung-tanggung, hijrahnya mereka ke organisasi baru sampai mengajak manajer dan pelatih mereka, almany dan rmN.

Squad Team Liquid untuk Epicenter

Selain permintaan sang kapten untuk membentuk timnya sendiri, nyatanya ada alasan lain Kuro berpisah dengan Team Liquid. Menurut wawancara Kuro dengan Bild, alasan lain para mantan pemain Team Liquid meninggalkan tim lamanya adalah perbedaan pandangan dan rasa tidak sreg dengan organisasi.

Tak hanya konsisten berjuang dalam kompetisi, Team Nigma pun membawa terobosan baru dalam competitive scene DOTA 2. Pada Juni 2020 kemarin, Team Nigma mengadakan turnamen terbesar di region Timur Tengah dan Afrika Utara. Bertajuk Rising Stars, Nigma mengajak pemain-pemain region MENA untuk meramaikan pro-scene DOTA 2 dengan total hadiah sebesar $10,000.

Sayangnya, belum ada torehan prestasi gemilang yang mereka dapatkan semenjak membentuk Team Nigma. Bahkan, sesudah meninggalkan Team Liquid ke tim barunya, prestasi roster ini malah kian merosot. Setahun lamanya perjuangan mereka, Kuro dan timnya baru sanggup mengamankan posisi juara di turnamen-turnamen minor seperti OGA DotaPit sampai Bukovel Minor. Bahkan sang kapten sendiri sempat sakit supaya digantikan oleh coach rmN untuk sebagian turnamen.

Mampukah Team Nigma menjadi tim terbaik di region EU atau apalagi dunia sesudah setahun berdiri? Menjelang musim DPC mendatang, apakah Team Nigma sanggup menyamai kebolehan tim-tim besar EU seperti Team Secret yang tengah berada di puncak kehebatannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *