Pemain PSIS Akan Redam Amarah PSS Serta Arema FC

Pemain PSIS Akan Redam Amarah PSS Serta Arema FC

Pemain PSIS Semarang di ajang Indonesian Football e-League (IFeL) 2020, Setia Widianto tetap optimistis dirinya mampu membawa nama Laskar Mahesa Jenar lolos ke babak grand final.

Padahal sementara ini pemain asal Bandung selanjutnya tetap berkutat di papan bawah klasemen sementara IFeL 2020 dengan perolehan 17 poin berasal dari 14 pertandingan yang sudah ia lakoni.Di ajang IFeL 2020, nantinya dapat ada delapan pemain yang mewakili tiap tiap klub untuk lolos ke babak Grand Final dan di babak Grand Final dapat dibagi lagi didalam dua kelompok yang berbeda.Jika Widi lengah dan tidak mampu mempertahankan posisi kedelapan, maka pemain yang dikontrak PSIS untuk ajang IFeL 2020 selanjutnya perlu gugur lebih-lebih dahulu.

Saat ini Widi cuma unggul tiga poin berasal dari Tajusa yang mewakili PSM Makassar dan lumayan rawan digeser terkecuali tidak mampu mengambil poin di sisa babak penyisihan.

Widi pun tetap menyisakan empat pertandingan dengan hadapi wakil PSS Sleman dan Arema FC. Setiap hadapi satu lawan, pemain PSIS ini perlu merintis dua pertandingan yang berbeda.

Namun lawan yang dihadapi Widi juga bukan sembarangan. Sebagai contoh, PSS Sleman yang dapat dihadapi Widi terhadap Sabtu (31/10/20) diperkuat oleh Rizky Faidan yang selama ini dikenal mempunyai jam terbang yang lumayan tinggi di dunia eSports permainan Pro Evolution Soccer (PES).

Selain itu, Widi di matchday paling akhir terhadap Minggu (31/10/20) juga dapat melawan Ferry Gumilang yang memperkuat Arema FC. Saat ini Ferry juga tetap bercokol di puncak klasemen sementara ajang IFeL 2020 dengan perolehan 31 poin berasal dari 14 laga yang sudah dijalani.

Saat dihubungi awak media, Widi mengaku dapat coba memaksimalkan empat pertandingan sisa dengan sapu bersih kemenangan. Ia pun sudah buat persiapan taktik dan kiat untuk meredam Rizky Faidan dan Ferry Gumilang.

“Beberapa hari paling akhir saya mematangkan formasi sebab lawan yang dihadapi PSS dan Arema FC. Harus mempunyai formasi tertentu sebab beda banget gameplay mereka,” ujar Widi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *